Akselerasi Naik

Pernahkah Anda mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan besar, biasa disebut dengan mall? Tentu sudah. Sebuah mall yang besar biasanya terdiri dari banyak tingkat. Anggap saja saat ini Anda berada di sebuah mall berlantai sepuluh. Sekarang Anda berada di lantai pertama dan hendak menuju lantai sepuluh. Di mall tersebut terdapat tiga alat yang dapat Anda gunakan untuk naik: pertama adalah tangga, kedua adalah eskalator, dan ketiga adalah lift. Manakah yang Anda pilih?

Mari kita bahas satu per satu. Naik dari lantai satu ke lantai sepuluh dengan menggunakan tangga akan menghabiskan waktu dan tenaga. Memang kita akan tetap sampai ke atas tapi dengan pengorbanan yang terlalu banyak. Demikianlah jika kita terpaku pada cara-cara tradisional, dan tidak mau atau tidak mampu menggunakan teknologi untuk memudahkan kita mendapatkan tujuan. Oleh karena itu setiap orang perlu belajar untuk mempercepat dan mempermudah dirinya naik ke kualitas kehidupan yang lebuh tinggi.

Selanjutnya, jika kita menggunakan lift tentu kita akan cepat sampai ke tujuan. Namun kita akan melewatkan banyak hal menarik selama perjalanan, karena terkurung dalam ruangan sempit dan seringkali tertutup. Apalagi resiko yang harus ditanggung bila listrik padam ataupun mekanika lift bermasalah, kita bisa terperangakp berjam-jam dan lebih lama mencapai tujuan. Demikian halnya apabila kita terlalu bergantung kepada teknologi. Kita akan menjadi lemah dan cenderung menjadi pribadi yang instan, pribadi yang mencari hasil tanpa memperdulikan proses yang ditempuh. Seseorang yang naik lift ke lantai sepuluh hanya tahu apa yang tersaji di lantai sepuluh, ia tidak akan tahu ada apa saja di lantai dua hingga sembilan. Mengabaikan proses asal cepat sampai tujuan.

Saya pribadi lebih memilih naik menggunakan eskalator, karena tidak melelahkan. Memang lebih memakan waktu dibandingkan lift, tetapi saya bisa menikmati mendapatkan banyak informasi di setiap lantai yang saya lalui. Eskalator menunjukkan keseimbangan, memanfaatkan teknologi tapi tidak bergantung kepadanya. Menggunakan eskalator kita akan mampu mencapai hasil tanpa kehilangan prosesnya. Kita mencapai lantai sepuluh dengan mendapatkan informasi di setiap lantai yang dilalui.

Apa yang saya ungkapkan di atas adalah sebah analogi untuk bergerak naik dalam kehidupan. Ada yang naik menggunakan tangga sehingga bersusah payah dan memakan waktu lama karena ia tidak mau belajar hal-hal yang bisa memudahkannya. Ada yang naik menggunakan lift, yang walaupun cepat mencapai hasil tapi tidak dapat menikmati proses pencapaiannya sehingga menjadi instan. Adapula yang naik menggunakan eskalator, inilah yang pertengahan, di mana ia bisa naik dengan mudah, relatif cepat dan mampu menikmati proses dalam penacapaian tujuan.

Saya mendapatkan pemikiran ini setelah saya beberapa kali bepergian dari Yogyakarta menuju Jakarta. Jika memungkinkan, saya biasanya memilih menggunakan transportasi kereta api duduk di samping jendela dan tidak malam hari. Alasannya adalah saya bisa menghabiskan hampir delapan jam duduk di dalam kereta memandang berbagai hal yang terjadi sepanjang Yogyakarta – Jakarta. Saya belajar banyak hal. Seperti, etos kerja para petani yang pergi ke sawah di pagi hari, ketahanan para tenaga reparasi rel kereta yang bekerja di terik matahari, berkumpulnya keluarga di teras rumah mungil di sisi rel kereta api saat sore hari, dan banyak lagi. Begitu banyak hal yang saya peroleh selama proses perjalanan mencapai tujuan. Hal yang sulit diperoleh jika saya harus menggunakan pesawat atau sepeda motor.

Kita harus berpikir untuk mencapai tujuan dengan cepat, namun jangan lupa bahwa kebahagiaan pencapaian tujuan adalah saat kita mengenang proses yang telah dilakukan. Berproses untuk naik.

Iklan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Progresif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s