Wujudkan Impian

Suatu kali dalam sebuah pelatihan, saya memberikan peserta suatu pertanyaan. “Jika di atas pagar terdapat tiga ekor burung merpati, kemudian dua di antaranya ingin terbang pergi, maka berapa burung merpati yang masih tersisa di pagar?” Jawabannya, ya tentu saja, ketiga burung merpati itu masih berada di atas pagar. Ingin untuk terbang tidak berarti benar-benar terbang. Setinggi apapun impian Anda, selama Anda hanya memimpikannya tanpa bergerak berusaha, maka Anda akan tetap berada di posisi Anda saat ini.

Banyak orang memiliki pemikiran cemerlang, tertuang dalam lembaran-lembaran konsep yang menawan. Namun mereka tidak pernah melangkah. Sejarah hanya mencatat impian yang terwujud, bukan mimpi sebagai angan-angan kosong dan bunga tidur. Michael Jordan, seorang superstar bola basket sepanjang masa, memiliki tinggi badan yang tidak memenuhi syarat untuk masuk tim basket di kampusnya. Jordan menyatakan “setiap kali berlatih dan merasa lelah juga mulai timbul niatan untuk menyerah, maka saya akan menutup mata dan membayangkan daftar nama pemain di kamar ganti tanpa nama saya ada di sana, dan biasanya hal itu akan membuat saya bangkit kembali.” Impian Jordan sebagai pemain basket profesional menjadi nyata saat Chicago Bulls merekrutnya, selanjutnya dunia pun mengenalnya dalam lembar sejarah yang luar biasa.

Tokoh lain yang memiliki usaha luar biasa demi mejuwudkan impiannya adalah Walter Ellias Disney atau dikenal dengan Walt Disney, pemilik salah satu industri film terbesar di Hollywood, Amerika Serikat. Disney muda sangat ingin berkarya dalam bidang seni, terutama membuat film kartun animasi.

Disney mulai menapaki karier keseniannya dengan membuka biro iklan bersama seorang rekan, Ube Iwerk. Mereka menawarkan jasa freelance ke beberapa perusahaan sekaligus, usaha pun berjalan pesat. Suatu hari Disney melihat lowongan sebagai kartunis di Kansas City Film Ad Company (KC Film), maka Disney melepas usahanya yang sudah mapan demi mengejar impiannya sebagai kartunis.

Tahun 1920, Disney terjun ke dunia perfilman dengan tugas pertamanya adalah membuat poster. Orisinalitas ide Disney membuat beberapa teman dan atasan menjadi iri dan tidak membiarkan dia mencoba suatu teknik baru untuk meningkatkan kualitas kartunnya. Namun setelah membujuk sekian lama, kesempatan diberikan kepada Disney. Terciptalah “Laugh-O-Grams”, sebuah film pendek pengganti iklan di bioskop. Karya Disney menjadi populer.

Disney mulai membuka sendiri Laugh-O-Grams Corporation dengan mempekerjakan beberapa karyawan magang. Disney akhirnya memutuskan untuk keluar dari KC Film agar mampu mandiri. Namun biaya produksi yang tinggi, pasar yang terbatas dan sikap Disney yang mengejar kesempurnaan menjadi penyebab sempurna terjadinya kebangkrutan.

Kebangkrutan itu membuat Disney terpaksa tinggal di bengkel kerjanya dengan makan dan tidur di sebuah bangku kecil, perabot satu-satunya. Disney bahkan harus pergi ke stasiun seminggu sekali hanya untuk mandi. Hingga pada suatu malam di bulan Juli 1923, Disney dengan membawa semua uangnya yang sedikit itu menuju Hollywood. Ia menjadi satu dari berjuta-juta pemuda yang menginjakkan kaki di Hollywood untuk mengejar mimpi.

Satu per satu studio film ia datangi, banyak yang menolak hingga salah satu studio tertarik untuk membeli berseri-seri film kartun. Film Alice in Wonderland produksinya sukses dan diputar berurutan sampai tiga tahun. Dari hasil penjualannya, Disney mampu membeli rumah dan membangun studio filmnya sendiri. Lalu lahirlah tokoh kartun yang membuka gerbangnya menjadi legenda perfilman hingga saat ini, Mickey Mouse. Puncaknya saat Disney berhasil mewujudkan impian yang membuatnya sering dianggap gila, membangun Disneyland. Disney berhasil mewujudkan impiannya sebagai kartunis, bahkan jauh dari itu, Walt Disney adalah penerima 900 tanda kehormatan, 32 Oscar, 5 Emmy, dan 5 gelar doctor honoris causa.  Semua karena ia tidak membiarkan impiannya berlalu begitu saja tanpa berusaha merengkuhnya.

Iklan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Progresif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s