Tentukan Lalu Lakukan

Alkisah, di sebuah dusun di daerah Timur Tengah terdapat sebuah keluarga yang sederhana. Sungguh malang, pada saat itu terjadi gagal panen sehingga banyak keluarga menjual ternaknya. Termasuk keluarga tersebut.

Mereka memutuskan untuk menjual keledai yang mereka miliki. Akhirnya ayah dan anak berangkat untuk menjual keledainya. Mereka sepakat untuk menjual keledainya di desa yang jauh karena kuatir bahwa banyak keluarga lain yang menjual keledainya di desa-desa terdekat, nanti harga jual keledainya murah.

Kedua orang ini berangkat menuntun keledainya. Di desa pertama yang ditemui, mereka berpapasan dengan orang asing yang berkata,”Kasihan anakmu, ia masih kecil untuk berjalan jauh, biarkan ia naik di atas keledai kalian.” Mereka menuruti kata-kata orang asing itu.

Setibanya di desa kedua mereka kaget mendengar suara yang tiba-tiba dari seorang nenek “Astaga!! Anak zaman sekarang tak tahu aturan! Membiarkan ayahnya yang tua berjalan sementara ia enak duduk di atas keledai!” maka mereka pun bertukar posisi.

Sebelum meninggalkan desa tersebut, mereka berpapasan dengan seorang wanita. ”mengapa kalian tak naik saja berdua di atas keledai itu??” usul yang terdengar bagus. Maka mereka pun melakukannya.

Memasuki desa tujuan, banyak orang yang memandang sengit ke arah mereka. “Kalian sungguh kejam memaksa keledai malang itu menanggung berat kalian berdua.” Ucap salah satu dari sekerumunan orang itu. Maka ayah dan anak itu berfikir bagaimana solusi terbaik.

Setibanya di pasar, seluruh warga pasar geger dengan lautan tawa. Semuanya terbahak-bahak melihat sepasang ayah-anak menggendong keledainya. “Ha Ha Ha…Sungguh dunia telah terbalik!!” seru seorang pedagang sambil terpingkal-pingkal.

Cerita di atas mungkin tak pernah sungguh-sungguh terjadi di dunia nyata, namun hikmah di balik cerita itu sangat terasa. Sebagian orang terlalu memikirkan pendapat orang lain terhadap dirinya, sehingga ia berusaha untuk menyenangkan semua orang. Akibatnya, ia justru bingung dalam berbuat. Ya, karena masing-masing orang tidak memiliki standar yang sama dalam menilai sesuatu. Pada saat yang bersamaan, Anda bisa menyenangkan seseorang dengan tindakan Anda tapi justru menjengkelkan bagi orang lain. Karena itulah, tak usah berharap banyak untuk mendapat dukungan semua orang. Kadang, orang mendukung rencana Anda membangun istana sementara banyak orang lain menganggap  itu adalah hal gila, tapi begitu istana impian Anda telah berdiri dengan megahnya, maka mereka akan terpana.

Tentukan impian Anda, lakukanlah dengan cara yang Anda bisa, biarkan orang lain berkata apa, buktikan pada akhirnya mereka akan terpana. Impian Anda akan menjadi nyata.

Iklan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Progresif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s