Tadi, Kini, dan Nanti

Dulu saya pernah menjadi orang yang begitu perfeksionis, mengejar kesempurnaan. Saya inginkan segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendak saya. Apabila ada sesuatu yang melenceng dari harapan, maka saya akan merasa sangat kecewa dan marah. Saya akan mulai mencari kambing hitam kegagalan saya, kemudian mulai berandai-andai “seandainya tadi aku tidak melakukan itu, seandainya aku memilih cara yang lainnya pasti hasilnya tidak akan seperti ini.” Saya seolah ingin memutar waktu dan mengulang kembali apa yang terjadi. Lalu saya menyadari sesuatu.

Saya tidak bisa kembali ke masa lalu! Hidup bukanlah seperti video game di mana kita bisa melakukan save and load untuk mengulangi sebagian cerita kehidupan. Saya pernah ditantang, “jika kekecewaan dan kemarahanmu bisa membuatmu masuk kembali ke rahim ibumu maka kecawa dan marah lah!” Ya, segala yang telah terjadi tak bisa diulang kembali. Hanya ada satu pilihan dalam menyikapi peristiwa yang telah terjadi:

Keep moving forward. Tetaplah bergerak ke depan.

Pena telah diangkat, dan tinta telah kering. Garis kehidupan telah berlaku sesuai ketetapan Sang Illahi, maka kecewa terhadap masa lalu sama saja mengumbar protes kepada Nya karena anggapan bahwa Dia tidak mampu memilihkan jalan terbaik bagi kita. Semoga Allah mengampuni kita.

Hidup dalam bayangan masa lampau akan membuat terlena. Dulu mungkin Anda pernah berjaya atau mungkin nyaris binasa, itu dulu. Kini Anda sedang menapaki lembaran kehidupan yang berbeda, kini Anda sedang menciptakan masa lalu untuk nanti, bukankah lima menit ke depan apa yang Anda lakukan kini telah menjadi masa lampau? Dan karena Anda tidak bisa mengubah masa lampau, maka berusahalah untuk menciptakan masa lampau yang indah dengan berbuat kebaikan di masa kini.

Ibnu Umar berkata, “Ketika engkau sore-sore, maka janganlah engkau menanti pagi. Dan ketika pagi-pagi janganlah engkau menanti sore. Dan pergunakanlah sehatmu untuk sakitmu, dan pergunakanlah hidupmu untuk matimu.” Sesuatu yang benar-benar dimiliki manusia adalah saat ini, masa lalu hanya kenangan dan masa depan hanya harapan. Berkerja dengan sungguh-sungguh di masa sekarang akan memberikan harapan indah di masa datang dan kenangan manis di masa lalu.

Jika Anda bisa bahagia hari ini, kenapa Anda perlu mengungkit kesedihan kemarin, dan kenapa Anda risau dengan apa yang terjadi esok. Kebahagiaan adalah saat Anda menggunakan waktu sekarang untuk bermanfaat dan bermakna. Jika Anda kini sudah khawatir mengenai esok, berarti Anda telah mengambil jatah kebahagiaan Anda untuk saat ini, sehingga Anda akan meninggalkan kenangan buruk esok hari karena kekhawatiran Anda hari ini. Biarlah esok datang sendiri.

“Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya” (Q.S. An-Nahl:1).

Iklan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Progresif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s