Pilihan Waktu

Suatu pagi saya membersihkan taman di depan rumah. Saya tanami taman itu dengan rumput gajah yang cantik. Namun belum semua tanah di taman rumah sempat saya tanami rumput gajah, walau sudah saya cangkul dan bersihkan. Beberapa hari kemudian, saya dapati bahwa rumput gajah yang ditanam tumbuh dengan cantiknya, sementara itu tanah yang belum sempat diolah ditumbuhi oleh rumput liar yang berantakan. Bahkan di sela-sela rumput gajah yang saya tanam, juga tumbuh rumput liar. Sejengkal tanah yang tidak dimanfaatkan akan berantakan.

Demikian juga dengan waktu  hidup kita. Hanya ada dua pilihan dalam menyikapi waktu yang diberikan kepada kita sebagai modal. Jika tidak kita gunakan untuk kebaikan, berarti waktu itu menjadi keburukan. Bagaikan tanah yang jika ditanami tanaman hias atau pohon-pohon akan memberi manfaat, tapi jika diabaikan akan tubuh rumput-rumput liar yang tidak sedap dipandang, bahkan menjadi sarang ular, tikus dan binatang lainnya. Waktu yang Anda gunakan akan membawa kebaikan , dan waktu yang Anda telantarkan akan mendatangkan keburukan.

Mari kita manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Waktu bisa kita gunakan untuk berbuat kebajikan, bisa kita gunakan untuk berbuat maksiat, bisa juga tidak kita gunakan. Namun waktu tetap berjalan meningalkan kita hingga kita benar-benar kehabisan jatah waktu untuk menjalani kehidupan. Waktu yang kita gunakan dengan baik dapat meningkatkan kualitas diri. Keahlian seseorang dalam sebuah bidang ditentukan dengan banyaknya waktu yang ia habiskan dalam bidang itu. Jika Anda ingin ahli dalam menulis, maka gunakanlah waktu Anda untuk menulis walaupun pada awalnya Anda tidak tahu harus menulis apa. Semakin lama Anda berkutat dengan suatu hal maka semakin otomatis Anda melakukannya. Karena Anda menjadi biasa.

Bagaikan belajar mengendarai sepeda motor. Awalnya Anda akan merasa canggung, tapi seiring dengan pengalaman dan pembiasaan maka kini Anda bahkan bisa mengendarai motor sambil smsan. Lalu jika Anda terbiasa menggunakan waktu untuk sesuatu yang tidak berguna, apa yang akan terjadi? Ya, Anda menjadi ahli dalam hal menyiakan waktu.

Ingat bahwa jika waktu tidak kita gunakan untuk kebaikan, berarti waktu itu menjadi keburukan. Setiap manusia memiliki peluang untuk futur, yaitu bermalas-malasan sehingga jauh dari ibadah kepadaNya. Dan peluang futur terbesar ada pada mereka yang memiliki waktu luang paling banyak. Karena waktu luang ibarat racun yang melenakan. Waktu luang adalah waktu yang tidak terjadwal dengan pasti, sehingga memunculkan pikiran “hmm, mau ngapain ya?” Di situlah muncul peluang, jika tidak melakukan kebaikan maka waktu itu menjadi keburukan. Oleh karena itu, untuk mencegah timbulnya futur, malas, dan menyia-nyiakan waktu, buatlah daftar aktivitas yang jelas. Apa saja yang akan dilakukan, walaupun itu adalah tidur, jika dijadwalkan maka itu bukanlah waktu luang yang beracun. Ingat bahwa waktu luang adalah waktu yang tidak terjadwal dengan pasti, sehingga kita bingung apa yang akan dikerjakan. Tetapkan pilihan, gunakan waktu untuk kebermanfaatan.

Begitu salut saya melihat sebagian kawan yang waktunya penuh dengan amanah. Tidak sejengkal pun ia sisakan tanah untuk ditumbuhi rumput liar, ia gunakan semua lahan hidupnya untuk ditumbuhi tanaman hias yang cantik, pohon-pohon yang rindang. Ia gunakan detik yang dimiliki untuk beraksi, menebar kebaikan-kebaikan bagi sekitarnya. Karena waktunya habis untuk kebaikan, maka ia tak punya waktu untuk melakukan keburukan. Anda tidak bisa melakukan dua hal berlawanan pada saat yang sama.

Muhammad al Faatih, panglima Islam masa dinasti Abbasiyah, mampu menaklukkan konstantinopel pada usia 21 tahun. Pada saat itu, abad XVI, Konstantinopel adalah kota terhebat di dunia selain Roma. Bagaimana mungkin seorang remaja belia mampu menorehkan prestasi yang demikian cemerlang? Kuncinya adalah ia telah menghabiskan waktunya untuk mencapai tujuan itu. Muhammad al Faatih dibesarkan oleh ayahnya, Sultan Murad II, dengan kebiasaan-kebiasaan seorang pejuang. Muhammad al Faatih didekatkan dengan para ulama, didekatkan dengan Al-Qur’an, diakrabkan dengan kisah-kisah perjuangan Islam, dipahamkan akan strategi-strategi perang, dan ditanamkan keyakinan sebagai penakluk Konstantinopel. Karena waktunya dihabiskan dengan keberanian, maka ia tidak punya waktu untuk menjadi pengecut.

Waktu yang Anda manfaatkan akan membentuk kebiasaan Anda. Kebiasaan Anda akan menunjukkan kualitas diri Anda. Maka manfaatkanlah waktu untuk menjadi bermanfaat.

Iklan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Progresif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s