Make it Simple

Sebuah boyband K-Pop terkenal asal Korea memiliki judul lagu yang menarik perhatian saya. Memang saya tidak paham lirik lagu itu karena menggunakan bahasa Korea, tapi saya terinspirasi dengan judul lagu itu, “Mr. Simple”. Bagi saya, sederhana itu cerdas.

Orang pintar adalah orang yang mampu menyederhanakan pemikiran yang rumit. Saya memiliki sebuah cerita untuk memberikan Anda gambaran mengenai how to make it simple. Sebuah cerita fiktif, yang menginspirasi.

Pada zaman dahulu kala di sebuah kerajaan yang amat sangat kaya, hidup seorang raja yang sangat menikmati kehidupan di dalam istananya. Ia tak pernah sekalipun keluar dari istana kecuali saat upacara agung bersama seluruh rakyat, itupun ia hanya berdiri di atas balkon istana.

Suatu ketika, sang penasehat raja yang bijak memberi saran kepada raja untuk beranjak keluar istana untuk bertemu rakyat secara langsung. ”Ide macam apa itu? Bodoh!!” bentak raja. ”Rakyat akan senang jika baginda memperhatikan mereka secara langsung. Mereka akan semakin patuh dan menghormati baginda.” jelas sang penasehat.

Maka raja pun menginjakkan kakinya untuk pertama kali keluar istana. Baru beberapa langkah berjalan, kaki baginda menginjak sebuah batu kecil. ”Aaahh.. kakiku!! Aku bisa mati!!” maka ia pun masuk kembali ke dalam istana.

Segera ia memerintahkan rakyat untuk menguliti 1000 sapi agar kulitnya dapat digunakan untuk melapisi jalan di luar istana. Rakyat berontak dengan kebijakan ini dan melakukan demo besar-besaran di depan istana.

Raja yang bingung akhirnya meminta saran dari penasehat. Maka dengan menahan tawa, sang penasehat meminta raja untuk menurunkan tuntutan kepada rakyat, yaitu cukup sumbangkan 1 sapi untuk raja. Maka rakyat pun setuju.

”Kulit dari satu sapi tidak cukup untuk melapisi seluruh jalan di luar istana, wahai penasehatku yang tolol”. Ujar raja. Tak bergeming sedikitpun, penasehat dengan senyumnya yang bersahaja berkata ”emang tidak cukup untuk melapisi jalan, tapi cukup untuk membuat beberapa alas kaki bagi Anda, wahai bagindaku yang cerdas.” Raja pun diam, tersenyum dan mengangguk.

Saya pikir terkadang ide yang sederhana namun benar – benar dilaksanakan akan mendatangkan karya yang lebih nyata dibandingkan dengan ide yang rumit melangit sehingga sulit menentukan cara membuatnya terwujud. Bagaikan berhadapan dengan soal matematika mengenai bilangan pecahan, terkadang angka bilangan terkesan mengerikan karena besarnya. Namun setelah angka bilangan itu disederhanakan, mengerjakan soal itu terasa menyenangkan.

Tanyakan pada ide-ide yang muncul di pikiran Anda, sudahkah ide ini menjadi wujudnya yang paling sederhana? The simpler, the better. Be Mr. Simple.

Iklan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Progresif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s