Lakukan Sesuatu

Dalam belantara rimba, hukum yang berlaku tentu saja hukum rimba. Hukum itu mengatur bahwa untuk mempertahankan hidup, siapapun boleh saling memangsa. Berdasarkan rantai makanan kita dapati bahwa harimau akan memangsa rusa. Setiap hari harimau mengejar rusa, terus menerus dimikian hingga keduanya lelah. Harimau memutuskan untuk behenti sejenak mengumpulkan tenaga, demikian pula sang rusa yang kelelahan berlari sedari tadi. Harimau itu berpikir, “Aku harus segera kembali berlari, jika tidak maka aku akan kehilangan buruanku dan bisa-bisa aku mati kelaparan.” Beberapa satuan jarak di depan harimau, rusa memikirkan hal yang nyaris serupa, “Aku harus segera kembali berlari, jika tidak maka aku bisa dimakannya. Aku tidak mau berakhir sekarang.” Siapapun di antara keduanya yang mampu berlari lebih lama akan berhasil mencapai tujuannya.

Anda tidak tahu apakah Anda harimau ataupun rusa. Apakah Anda pemburu ataupun buruan. Apapun kondisi Anda, maka hasil akhirnya ada pada aksi yang Anda lakukan. Anda diam berarti Anda tersingkir. Perubahan yang terjadi dalam dunia tempat kita bernaung semakin pesat, tanpa adanya upaya untuk melangkah maju menyesuaikan keadaan maka lingkungan siap menerkam. Pabrikan otomotif asal Jepang, Nissan, nyaris gulung tikar saat mereka vakum dari inovasi produk baru. Beruntung, Nissan kembali melangkah dengan meluncurkan X-Trail dan Grand Livina yang membuat perusahaan kembali bergairah. Tidak ada waktu untuk berdiam, lakukanlah sesuatu.

Konon katanya ada sebuah cerita klasik mengenai nelayan tradisional di negara Jepang. Orang Jepang dikenal sangat gemar mengkonsumsi ikan, sehingga sangat selektif dalam memilih kualitas ikan yang akan dibeli. Hal itu merupakan tantangan bagi para nelayan. Pada awalnya, para nelayan hanya memasukkan ikan tangkapannya ke dalam lemari pendingin. Namun setelah beberapa hari melaut hingga akhirnya menepi, kualitas ikan hasil tangkapannya tak begitu baik sehingga mengeewakan pelanggan, karena ikan telah mati dan tidak segar lagi. Para nelayan mengganti cara dengan membawa akuarium untuk menampung ikan tangkapan. Ternyata kualitas ikan masih di bawah standar yang diharapkan oleh konsumen, walaupun ikan itu masih hidup tetapi lemas dan tidak sehat. Para nelayan kembali memutar otak. Kali ini mereka memasukkan ikan hasil tangkapan ke dalam akuarium, dan begitu ikan itu terlihat lemas maka nelayan melepaskan hiu-hiu kecil yang bergerak hendak memangsa ikan hasil tangkapan. Akibatnya ikan-ikan terus menerus berenang, bergerak menghindari hiu. Ikan hasil tangkapan pun memenuhi harapan konsumen karena kesegarannya terjaga.

Cerita itu adalah suatu gambaran kekuatan dari situasi terdesak. Jika Anda sedang dalam kondisi terdesak, maka Anda mau tidak mau akan berusaha sekuat tenaga melakukan yang terbaik. Misal ada anjing rabies yang berlari menuju Anda, walaupun Anda tidak terbiasa berlari, akankah Anda diam saja? Saya rasa tidak! Anda akan berlari, dan bahkan mungkin saat itu Anda menyadari bahwa Anda memiliki kecepatan yang cukup baik. Anda menyadari sesuatu karena melakukannya.

Jika di hadapan Anda ada sebuah jurang selebar 1,5 meter dan sedalam 10 meter, lalu di sisi lain jurang itu ada uang 10 juta rupah, akankah Anda meloncat? Belum tentu! Tapi jika di belakang Anda ada harimau yang berlari menuju Anda, dan satu-satunya cara menghindar adalah melompati jurang, akankah Anda meloncat? Saya rasa iya! Artinya kondisi terdesak memberikan dorongan yang lebih kuat untuk bertindak daripada iming-iming bonus. Maka, buatlah diri Anda “seolah” terdesak, maka Anda akan dapati adanya tenaga tambahan yang tiba-tiba Anda rasakan. Jika Anda memiliki pekerjaan dengan deadline satu minggu, anggaplah deadline Anda hanya tiga hari. Jika Anda punya tabungan 1 juta untuk hidup sebulan, anggaplah Anda hanya punya 500 ribu. Anda akan dapati dengan mendesak diri sendiri, kekuatan Anda akan meningkat. Bahkan Anda masih memiliki bonus dari “sisa” sumber daya yang tidak Anda gunakan.

Bisakah seekor kupu-kupu terbang dengan kecepatan di atas 300 km/jam? Tentu bisa! Jika ia berada di dalam pesawat. Bisakah ikan mas berenang dengan kecepatan di atas 100 km/jam? Tentu bisa! Jika ia berada dalam akuarium di atas speedboat. Artinya di mana Anda berada akan mempengaruhi capaian Anda. Lingkungan di mana Anda berproses akan memberikan warna bagi kualitas Anda. Lingkungan dengan percepatan tinggi akan membawa Anda lebih cepat sampai tujuan bahkan tanpa Anda perlu mengeluarkan tenaga ekstra. Maka carilah rekan-rekan yang memiliki kesamaan tujuan, karena mereka yang akan “menyeret” Anda untuk sampai lebih cepat.

Saat saya skripsi untuk kelulusan sarjana di UGM, saya mengambil tema penelitian payung. Artinya, satu tema yang sama dikerjakan oleh beberapa mahasiswa sekaligus. Kebetulan tema yang saya ambil dikerjakan oleh lima mahasiswa termasuk saya. Kami memiliki passion yang sama, akibatnya kami saling menyeret satu sama lain karena terhambatnya salah seorang berarti tertundanya kelulusan kelima mahasiswa itu. Skripsi kami berlima selesai dalam waktu 6 bulan, dipotong masa reses 2 bulan karena meletusnya Gunung Merapi, sehingga waktu bersih yang kami perlukan untuk menyusun skripsi “hanya” 4-5 bulan. Artinya dengan lingkungan yang saling mendukung akan terjadi percepatan yang memungkinkan kita mencapai tujuan lebih awal. Find the right support and achieve earlier.

Iklan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Progresif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s