Kebaikan Budi Akan Kembali

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (Q.S. Ar-Rahmaan: 60)

Suatu ketika seorang anak berjalan di bawah terik matahari menajajakan kue-kue. Hari itu begitu panas, hingga kerongkongan menjadi kering, apalagi harus berteriak “ kue kue” sepanjang perjalanan. Anak itu memutuskan untuk mampir di sebuah rumah. Ia ketuk pintunya, lalu muncullah seorang gadis membukakan pintunya untuk Howard Kelly, anak kecil penjaja kue itu. Howard bertanya kepada gadis itu apakah dirinya boleh meminta segelas air, karena ia sangat haus dan tak punya uang untuk mendapatkan air. Sang gadis merasa kasihan dengan kondisi Howard, maka ia membuatkan segelas susu. Howard mengucapkan terima kasih banyak dan meninggalkan rumah tersebut.

Waktu berlalu, gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa. Namun ia menderita penyakit yang langka, kemudian ia harus ditangani di sebuah rumah sakit terbaik dan termahal, oleh beberapa dokter yang juga ahli. Setelah beberapa minggu, wanita itu dinyatakan boleh meninggalkan rumah sakit. Tak lupa surat tagihan biaya perawatan disodorkan, wanita itu tak kuasa menahan rasa khawatirnya karena mungkin ia tidak akan mampu membayar tagihan yang diberikan padanya. Dengan cemas, ia buka amplop tagihan itu. Betapa terkejutnya ia saat membaca tulisan tangan di tagihan itu: “Telah terbayar dengan lunas dengan segelas susu. Tertanda dr. Howard Kelly”.

Kisah nyata itu menjadi salah satu bukti bahwa kebaikan yang kita tebar akan kembali kepada diri kita. Memberi tampaknya seperti kehilangan, tetapi sesungguhnya memberi merupakan investasi. Allah yang akan mengganti, jika tidak di dunia ini berarti kita akan menikmatinya nanti di surga yang abadi. Apapun yang berada di sisiNya tentu lebih utama, lebih kekal, dan lebih baik.

Bukankah, “Allah selalu menolong orang selama orang itu selalu menolong saudaranya (semuslim)” (HR. Ahmad).

“Maafkanlah kesalahan orang yang murah hati (dermawan). Sesungguhnya Allah menuntun tangannya jika dia terpeleset (jatuh). Seorang pemurah hati dekat kepada Allah, dekat kepada manusia dan dekat kepada surga. Seorang yang bodoh tapi murah hati (dermawan) lebih disukai Allah daripada seorang alim (tekun beribadah) tapi kikir.” (HR. Ath-Thabrani)

Membantu berarti memberikan kemanfaatan yang sempurna bagi orang lain. Berikut saya bawakan sebuah kisah yang menggambarkan sikap seorang dermawan.

Suatu ketika seorang laki-laki berada di sebuah stasiun menunggu kereta yang akan membawanya ke luar kota. Setelah beberapa saat kereta yang ia tunggu pun tiba. Banyaknya calon penumpang yang ingin masuk ke dalam kereta dan rombongan penumpang yang hendak turun mengakibatkan mereka berdesakan. Hingga waktu pemberhentian kereta hampir habis, kerumunan itu belum juga selesai.

Dengan tergesa-gesa sang lelaki itu menaiki kereta, dan tanpa sengaja ia menjatuhkan sandalnya sebelah kiri. Kereta mulai berjalan dan ia tak sempat mengambil kembali sandalnya. Dengan tenang ia melepas sandal sebelah kanan dan melemparnya melalui jendela ke arah sandalnya yang telah terjatuh tadi. Seorang di dekatnya bertanya, ”kenapa Saudara lakukan itu?”. Dengan santai lelaki itu menjawab, ”Alangkah lebih baik memakai sepasang sandal daripada hanya satu saja. Jika aku tidak bisa mengambil sandalku yang kiri, maka biarlah kuberikan sandalku yang kanan kepada siapapun yang akan menemukan kedua sandal itu nantinya, lebih bermanfaat bukan.”

Sering kali kita terus mempertahankan  benda yang kita rasa sebagai ”milik kita” walaupun sebenarnya benda itu sudah tak lagi berguna bagi kita, hal itu bisa jadi karena kita tak ingin orang lain memilikinya. Alangkah bijaksana jika kita mengoptimalkan daya guna seluruh barang yang kita miliki. Ketika sesuatu telah kita anggap tak berguna, bukan berarti itu benar-benar tak berguna. Tengoklah ke sekeliling dan kita akan menemukan orang lain yang dapat membuat sesuatu itu kembali berguna.

Iklan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Progresif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s