Kebahagiaan Hidup

Hal yang paling dicari manusia dalam kehidupan dunia adalah kebahagiaan. Sebagian orang mencarinya dalam pekerjaan, sebagian mencarinya dalam keluarga. Ada yang berusaha mendapatkannya dengan uang, ada yang berusaha mendapatkannya melalui status sosial. Apapun sungai yang dilalui, manusia berharap berhilir ke lautan kebahagiaan.

Namun bawaan manusia adalah sifat mulur (memanjang) dan mengkerut (memendek). Psikologi Jawa yang disampaikan oleh Ki Ageng Suryomentaram menjelaskan bahwa manusia akan senang jika mendapatkan keinginannya dan bersedih jika gagal mencapai keinginannya. Dalam kenyataannya, rasa senang yang didapatkan manusia karena mendapatkan keinginannya ternyata tidak bertahan lama. Hal itu dikarenakan manusia memiliki keinginan baru lagi yang belum tercapai. Misal Anda sangat ingin memiliki sepeda motor, Anda bekerja keras dan kemudian memiliki uang untuk membelinya. Setelah Anda membeli sepeda motor, Anda merasa senang, tetapi kesenangan itu hanya bertahan sebentar karena setelah itu Anda menginginkan mobil. Standar keinginan yang meningkat itulah yang dinamakan mulur.

Demikian pula, kesedihan manusia juga hanya bertahan sebentar. Rasa sedih yang didapatkan manusia karena gagal mendapatkan keinginannya akan hilang karena secara otomatis manusia akan menurunkan standar keinginannya. Misalnya Anda merasa lapar dan sangat ingin menyantap ayam bakar, tetapi Anda tidak punya cukup uang untuk membelinya. Anda hanya mampu membeli tempe bakar, dan itulah yang Anda santap. Saat Anda sudah kenyang, Anda tidak akan lagi bersedih atas kegagalan Anda mendapatkan ayam bakar. Penurunan standar itulah yang dinamakan mengkerut.

Berdasarkan uraian tersebut, bisa kita simpulkan bahwa kesenangan dan kesedihan itu tidak akan bertahan selamanya. Tidak ada orang yang selalu senang, dan orang yang selalu sedih. Yang benar adalah semua orang itu sebentar senang, sebentar sedih. Terkadang orang mengira, “jika gaji saya 5 juta sebulan pasti saya akan selamanya hidup dengan senang”. Saat ia mendapatkan gaji dengan nominal itu ia akan senang, sampai ada keinginan baru “jika gaji saya 7 juta sebulan pasti saya selamanya akan hidup senang.” Keinginannya mulur. Demikian pula, saat orang bersedih karena tidak kunjung mampu membeli rumah sendiri, ia akan bersedih. Namun kesedihannya akan menurun karena ia merasa cukup puas bisa mengkontrak rumah. Keinginannya mengkerut.

Perasaan atau emosi senang dan sedih itu akan selalu datang bergantian, dengan durasi waktu yang berbeda. Kadang kesenangan datang lebih lama sebelum kesedihan mampir sebentar, atau sebaliknya. Rasa senang dan sedih itu sama rasanya untuk setiap orang. Perbedaannya adalah keinginan setiap orang untuk memunculkan perasaan itu. Misal, Ada orang yang ingin sepeda kayuh dan ada orang yang ingin mobil. Ketika mereka mendapatkan keinginannya maka rasa senang akan muncul. Rasa senang keduanya sama, bedanya adalah yang satu cukup dengan sepeda kayuh sementara yang lain perlu  mobil untuk mendapatkan kesenangan.

Oleh karena itu, hidup itu sebentar senang dan sebentar sedih, bagaimanapun tingkat kekayaan, status sosial, dan kondisi pribadi tiap orang. Sama saja. Di dunia ini tidak ada yang senang selamanya dan sedih selamanya. Terkadang ada yang menginginkan kehidupan milik orang lain karena ia mengira orang itu senang selamanya, “Andai saja aku sekaya dia pasti aku tidak akan pernah bersedih.” Keinginan itu adalah keinginan yang salah, karena setiap orang akan tetap saja: sebenatar senang dan sebentar sedih. Mulur dan mengkerut.

Hidup itu saling melihat, sawang-sinawang dalam bahasa Jawa. Anda menganggap orang lain punya kehidupan yang lebih baik, padahal orang yang Anda lihat itu melihat kehidupan Anda lah yang lebih baik. Analoginya seperti ini, Ada seorang buruh tani yang berjalan kaki menuju sawah, ia melihat orang lain melintas mengendarai sepeda kayuh, “andai aku punya sepeda pasti aku tidak capek begini. “ Pengendara sepeda itu disalip oleh pengendara sepeda motor, “andai aku punya sepeda motor, pasti tidak selama ini perjalananku”. Pengendara motor itu berpapasan dengan mobil, “ah andai aku punya mobil, pasti tidak kepanasan”. Mobil itu melintasi daerah persawahan, “ah andai aku menjadi buruh tani itu, aku tak perlu kerja keras membayar tagihan-tagihan biaya hidup yang mahal.” Hargai hidup Anda karena Anda tidak pernah tahu berapa banyak orang lain menginginkan kehidupan Anda sementara Anda menginginkan kehidupan yang lain.

Kesenangan (fun) dan kebahagiaan (happy) adalah hal yang berbeda. Senang merupakan perasaan yang Anda alami saat mendapatkan keinginan, yang kemudian akan hilang ketika Anda memiliki keinginan baru yang belum tercapai, sehingga hanya sementara. Kesenangan berlawanan dengan kesedihan. Anda berhasil maka Anda senang, Anda gagal maka Anda sedih. Sementara itu, kebahagiaan merupakan sesuatu yang Anda rasakan saat Anda mengetahui perasaan yang Anda alami dan Anda mampu menerima perasaan itu. Kebahagiaan lebih kekal, dan tidak memiliki lawan. Jika senang berlawanan dengan sedih, maka bahagia tidak memiliki lawan. Pilihannya hanya Anda bahagia atau tidak bahagia, itu saja. Jika Anda berhasil mencapai sesuatu maka Anda akan senang, saat Anda menyadari hakikat kesenangan itu dan menerimanya maka Anda bahagia. Jika Anda gagal mencapai sesuatu maka Anda akan sedih, saat Anda menyadari bahwa Anda sedang bersedih karena sesuatu dan menerimanya maka Anda tetap bahagia.

Pemahaman dan penerimaan terhadap keadaan, itulah kunci bahagia. Oleh karena itu kebahagiaan berasal dari dalam diri. Anda miskin, Anda tahu hal itu dan menerimanya maka Anda bahagia. Anda kaya, Anda tidak tahu kalau Anda kaya dan merasa masih saja kurang maka Anda tidak bahagia. Anda gagal menjadi juara, Anda tahu Anda tidak juara dan menerimanya untuk berusaha pada lomba yang lain, Anda bahagia. Anda juara, dan Anda tahu Anda juara, tapi tidak cukup puas dengan apa yang Anda dapatkan, Anda tidak bahagia. Pahami keadaan yang Anda alami, dan terima keadaan itu sebagai yang terbaik dari skenarioNya, maka Anda akan bahagia dengan ijinNya

Seseorang tidak paham akan keadan sehingga tidak mampu menerima kebahagiaan disebabkan sempitnya sudut pandang terhadap kehidupan. Orang yang menilai hidup hanya dari materi, maka saat ia tidak punya uang ia tidak akan menerima keadannya, ia tidak paham bahwa banyak hal di dunia ini selain materi. Demikian juga orang yang sempit pandangannya bahwa hidup hanyalah pangkat, hidup hanyalah popularitas, hidup hanyalah ini dan itu, mereka akan kehilangan kebahagiaan saat tidak mampu menerima keadaan bahwa mereka tidak mencapai harapannya. Kita perlu memperluas sudut pandang kita mengenai kehidupan. Hidup kita memiliki banyak aspek, mungkin kita kekurangan dalam satu hal, tapi kita pasti dilebihkan dalam hal yang lain.

Saya akan sampaikan sebuah kisah, hanya untuk menggambarkan bahwa saat kita mampu memperluas sudut pandang kita, maka kebahagiaan akan lebih mudah menghampiri. Alkisah suatu ketika seorang ayah yang kaya raya mengajak anaknya untuk tinggal beberapa hari di sebuah gubuk dekat hutan milik keluarga miskin. Ayah berharap anaknya mengetahui batapa kaya keluarganya dan betapa menderitanya hidup di keluarga miskin itu. Setelah tiga hari bermalam, sang ayah menanyakan kepada anaknya, “Pelajaran apa yang kau dapatkan nak?”. Dengan berseri-seri anak menjawab, “terima kasih untuk kesempatannya, ayah. Aku suka tinggal di sini, kita hanya punya satu kucing tapi mereka punya beberapa kelinci, rusa, bahkan harimau. Kita punya kolam renang dan mereka punya sungai bahkan air terjunnya jauh lebih besar dari air mancur kita. Kita punya atap berhias ukiran, dan mereka punya langit lengkap dengan bulan dan bintang-bintang. Taman kita hanya kecil dibanding hutan yang mereka punya. Ayah, aku tetap bahagia walaupun keluarga kita tidak sekaya mereka. Aku tahu, ayah mencoba menunjukkan betapa miskinnya kita.” Sang Ayah menarik napas panjang, sadar bahwa kebahagiaan akan selalu ada pada mereka yang mampu memandang luas kehidupan.

Iklan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Progresif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s