Berguna dalam Karya

Saya ajak  Anda untuk sejenak menernungkan makhluk Sang Pencipta yang satu ini. Lebah. Ia hidup di tempat bersih dan indah, laksana taman bunga-bunga yang harum mewangi lagi beraneka warna. Lebah mengambil serbuk sarinya, lalu ia sebarkankan ke bunga yang lain sehingga keindahan bertambah karena tumbuhnya bunga-bunga baru. Ia bekerja dan menghasilkan madu, dalam jumlah yang melimpah sehingga manusia bisa mengambil manfaatnya. Lebah bekerja untuk keuntungan dan kebaikan lingkungannya. Manusia akan sangat berharga bila ia memiliki filosofi lebah. Hidup dalam kebersihan, keindahan dan bermanfaat bagi sekitarnya.  

Lebah begitu nyata berkarya, sehingga kita mudah mengenang jasanya. Namun mungkin Anda sering lupa pada pahlawan lain dalam kehidupan manusia. Udara. Ia diam dan menghidupi. Ia tak butuh dikenali karena tak menampakkan diri. Ia berkontribusi sesuai titah Sang Illahi. Sunguh jika kita mampu menerapkan filosofi udara dalam berkarya, maka kita akan mendapati tenangnya hati dalam keikhlasan.

Saya pernah mendengar sebuah cerita yang memberi ilustrasi betapa menjadi berguna terkadang tidaklah mudah, di mana banyak proses pendewasaan diri yang mesti dilalui. Bagaikan sebatang bambu dalam kisah ini.

Pada suatu desa tinggal seorang petani dengan serumpun tanaman bambu. Tanaman bambu tersebut telah besar-besar dan menjulang tinggi. Suatu ketika petani tersebut mendatangi salah satu batang bambu dan berkata kepadanya. ”Wahai bambu, maukah engkau kubuat sebagai sebuah saluran air untuk mengairi sawahku?”. Bambu itu balik bertanya, ”Apakah yang akan Engkau perbuat denganku agar aku dapat menjadi saluran air yang berguna seperti katamu itu?”

Petani itu menjawab, ”Pertama-tama, aku akan menebangmu untuk memisahkanmu dengan rumpun itu. Lalu aku akan memotong batang-batangmu agar tidak membahayakan orang. Kemudian aku akan membelahmu dan membersihkan serabut-serabut dalam batangmu, agar air dapat lewat dengan lancar.”

Sempat terdiam agak lama, akhirnya bambu itu angkat bicara,” Aku tak yakin. Pasti akan sangat sakit ketika engkau menebang tubuhku ini. Pasti tak kalah sakitnya manakala kau memotong cabang-cabangku. Dan aku sangsi bahwa aku dapat menahan rasa sakit ketika kau membersihkan serabut-serabutku.”

Sang petani seketika menanggapinya, ”Aku memilihmu karena kau adalah bambu terkuat di antara bambu-bambu lainnya. Kau pasti bisa. Setelah ini, kau tak kan hanya menjadi sekedar hiasan di halamanku. Kau akan sangat membantuku menyuburkan padi-padiku.”

”Baiklah. Aku ingin menjadi berguna. Tebanglah aku dan lakukan sesukamu.” Pinta bambu tersebut. Akhirnya bambu itu menjadi saluran air yang kokoh dan dapat menyuburkan tanaman padi milik sang petani. Ia menjadi berguna lebih dari bambu-bambu lainnya. Bambu itu pun bahagia.

No pain no gain”. keberhasilan tidak akan terasa memuaskan bila mudah mencapainya. Setiap rasa tidak nyaman yang kita alami menandakan bahwa kita sedang bertumbuh. Berubah menjadi pribadi yang lebih unggul dan berguna. Semua kondisi yang kita rasa susah saat ini merupakan proses pematangan yang diberikan Sang Maha Penentu kepada kita. Alangkah bijak jika kita bersikap seperti bambu dalam kisah itu. Bersedia menerima proses yang berat demi menjadi lebih bermanfaat. Bukankan Allah tidak akan memberikan cobaan yang tak mampu kita hadapi?

Saya sempat mengalami suatu masa kebingungan yang sangat. Saya ingin menjadi manusia yang berkarya, tetapi selalu timbul pertanyaan dalam benak  “Bermanfaat dalam hal apa?” Terlalu lama saya merenung mengenai hal besar apa yang bisa saya lakukan, dan saya tidak pernah melahirkan karya apapun. Hingga akhirnya saya putuskan untuk bertindak, sekecil apapun, walau hanya menyingkirkan kerikil dari jalanan. Tak perlu dipersoal sebesar apa pengaruh tindakan kita selama itu berguna.

Iklan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Progresif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s